Hakikat Qurban

QURBAN

Syariat Nabi IbrahimHakikat Qurban adalah

1. Dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, jika dilihat dari asal kata Qurban (Qa-Ra-Ba) artinya dekat.

2. Membuktikan kecintaan kita kepada Allah dengan mengorbankan harta kita, itupun jika dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Allah Ibrahim AS dan anaknya Nabi Allah Ismail tidak artinya dimana nabi Ibrahim saking cintanya sama Allah disuruh mengorbankan anak semata wayangnya tunduk dan taat begitu juga anaknya manut dengan dengan apa yang diperintahkan Allah pada Ayahnya. Karena nabi Ibrahim sudah teruji maka Allah menggantikan nabi Ismail dengan seekor qibas (kambing)untuk diqurbankan.

3. Berbagi dengan tetangga

Qurban merupakan syari’at yang diperintahkan kepada seluruh ummat Islam yang mampu sebagaimana yang telah dicontohkan oleh nabi Allah Ibrahim AS, jika dilihat Hadist

Barang siapa yang mempunyai keleluasaan untuk ber qurban sedangkan dia tidak berqurban maka janganlan mendekati tempat sholat kami (HR. Ibnu Majah)

Pendekatan hadist tersebut dari maknanya bisa saja 1. Tidak boleh tinggal dan diam di bumi Allah, karena Keistimewaan bagi Ummat Nabi Muhammad, Saw seluruh permukaan bumi ini merupakan tempat sholat. Tidak boleh mendekati mesjid atau musholla kalau kita tidak boleh mendekati tempat sholat berarti kita tidak boleh sholat artinya sama dengan orang kafir, karena kalau kita lihat dari sisi rukun islam (yang namanya rukun merupakan syarat syahnya suatu pekerjaan, sementara sholat merupakan rukun Islam jadi secara harfiah ke Islaman kita tidak syah Wallaahu a’lam bish-showab

Itu makna jika kita merujuk kepada hadist di atas, tapi jika kita merujuk kepada Al Quran Surat tentang kecintaan kita kepada dunia (QS. At taubah/9 : 24) yang mana artinya jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kuatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu CINTAI DARI ALLAH DAN RASUL-NYA dan dari berjihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang fasik.

Jika Ibadah sholat, puasa semua orang bisa dan mampu melakukannya tapi jika didatangkan kewajibannya kepada mereka untuk berbagi atau mengeluarkan hartanya tidak semua orang mampu melakukannya, jadi kalau kita diberi keleluasaan secara materi lalu kita tidak melakukannya tidak lain karena kita takut rugi, takut jatuh miskin, takut tidak makan padahala Allah menjanjikan akan mengganti berkali lipat ada ulama yang menafsirkan 10, ada juga 70 bahkan ada yang 700 kali lipat.

Jadi jika kita masih takut juga karena berbagi dan mengaharap ridho-Nya Allah itu artinya kita tidak percaya pada Allah, Nauzubillah.

Kami dari Yayasan Aulia memfasilitasi jika ikhwan akhwat ingin menabung atau mensisihkan rezkinya untuk berqurban pada tahun yang akan datang melalui kami baik dipotong dari saldo pulsa ataupun menabung langsung silahkan daftar disini

Panduan tentang qurban bisa lihat disini

Sorry, the comment form is closed at this time.

Pulsa Syariah, Murah, Mudah, Praktis, Bonus melimpah untuk sekolah gratis